Selasa, 21 Februari 2017

Teori Biaya Produksi


Menurut Pracoyo (2006:170-171), biaya dalam pasengertian ekonomi merupakan seluruh beban yang harus ditanggung produsen untuk menyediakan produk baik barang maupun jasa agar siap dikonsumsi oleh konsumen. Biaya produksi diklasifikasikan menjadi dua yaitu:
(a) Biaya privat atau biaya internal, yaitu biaya yang ditanggung oleh individu atau perusahaan dalam memproduksi barang dan jasa. Biaya privat yang dikeluarkan produsen terdiri dari 2 (dua) macam, yaitu: 1) biaya ekplisit, dan 2) biaya implisit.
Biaya eksplisit, biaya yang benar-benar dikeluarkan oleh produsen untuk membeli atau menyewa input yang digunakan dalam proses produksi, diantaranya adalah gaji, upah pegawai, sewa tanah dan bangunan, pembelian bahan baku, dan lain-lain. Biaya implisit, biaya yang dicerminkan oleh nilai input atau sumber daya yang dimiliki sendiri (self-owned resources) dan yang dipekerjakan sendiri (self-employment) oleh perusahaan dalam dalam melakukan kegiatan produksi. Perusahaan tidak perlu membayar atas penggunaan input  karena milik sendiri, tetapi nilai harus tetap diperhitungkan dalam perhitungan biaya, misalnya biaya gaji bagi pemilik, nilai tanah dan bangunan yang dimiliki serta yang digunakan oleh perusahaan.
(b) Biaya sosial atau biaya eksternal. Biaya sosial (eksternal), yaitu biaya yang ditanggung oleh masyarakat secara keseluruhan, misalnya biaya polusi sebagai akibat kegiatan produksi.

A. Biaya Tetap (Fixed Cost)
Biaya tetap (Fixed Cost) ialah biaya yang jumlahnya secara keseluruhan tetap. Biaya tetap tidak berubah jika ada perubahan dalam besar kecilnya jumlah produk yang dihasilkan (sampai batas waktu tertentu). Beberapa contoh dari biaya tetap misalnya sewa tanah atau bangunan, penyusutan bangunan, dan lain-lain (Gilarso, 1993:115)
Biaya tetap (Fixed Cost) merupakan biaya yang timbul karena faktor produksi tetap, sementara tingkat keluaran (output) berubah dalam jangka pendek. Biaya tetap mewakili biaya-biaya untuk faktor-faktor produksi tetap. Biaya tetap hanya memiiki arti dalam jangka pendek, dimana faktor-faktor produksi yang digunakan merupakan faktor produksi tetap. Jumlah biaya tetap tidak tergantung pada jumlah produk yang dihasilkan (Hariyati, 2007:134).

B. Biaya Variabel (Variable Cost)
Biaya variabel (Variable Cost) merupakan biaya yang berubah sebagai respon terhadap perubahan dalam tingkat keluaran yang diproduksi perusahaan. Biaya variabel mewakili jumlah baiya-biaya untuk faktor-faktor produksi variabel. Biaya variabel dapat bebentuk uang tunai, barang atau nilai uang jasa dan kerja. Besarnya biaya variabel ditentukan oleh fungsi produksi atau oleh produk total dari proses produksi yang bersangkutan (Hariyati, 2007:134).

C. Biaya Total (Total Cost)
Menurut Iswardono (1990:145), komponen dari biaya total adalah biaya tetap total dan biaya variabel total. Biaya tetap total merupakan biaya setiap unit waktu untuk pengguanaan input tetap. Biaya variabel total merupakan biaya alternatif yang harus ditanggung perusahaan untuk pembelian input variabelnya. Penjumlahan biaya tetap total dan biaya variabel total untuk berbagai tingkat merupakan biaya total bagi suatu perusahaan untuk memproduksi output.




TC = FC + VC

Keterangan :
TC       : Biaya total (total cost)
FC       : Biaya tetap ((fixed cost)
VC      : Biaya variabel (variable cost)
Biaya total (Total Cost) merupakan penjumlahan biaya tetap (Fixed Cost) dengan biaya variabel (Variable Cost). Tanpa memperhatikan proses produksi berlangsung dengan kenaikan hasil bertambah atau berkurang, secara umum dapat dikatakan bahwa, semakin banyak produk yang dihasilkan semakin besar biaya total yang dgunakan. Kegunaan biaya total ini adalah untuk menentukan pendapatan dari suatu usaha. Apabila diperhatikan secara detail, kurva biaya total dicirikan pada saat produksi antara 0 – Y1. Kurva biaya total meningkat dengan tambahan biaya yang semakin menurun, selanjutnya dengan meningkatnya produksi (setelah Y1) akan menyebabkan kenaikan biaya total dengan kenaikan biaya yang semakin menurun. Hal ini dikarenakan adanya keterkaitan antara kurva biaya dengan kurva produksi yang mengikuti berlakunya Law of Diminishing Return (Hariyati, 2007:134-135).
 













Gambar Kurva Biaya Total, Biaya Variabel dan Biaya Tetap
Kurva FC mendatar menunjukkan bahwa besarnya biaya tetap tidak tergantung pada jumlah produksi. Kurva VC membentuk huruf S terbalik, menunjukkan hubungan terbalik antara tingkat produktivitas dengan besarnya biaya. Kurva TC sejajar dengan VC menunjukkan bahwa perubahan biaya total semata-mata ditentukan oleh perubahan biaya variabel (Soetriono, 2010:73).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar